Rabu, 06 Mei 2026

 Sejarah Paper Rex (PRX) adalah salah satu kisah paling inspiratif dalam dunia esports modern, khususnya dalam game VALORANT. Berbasis di Singapura, tim ini dikenal sebagai "Wajah Valorant Pasifik" karena gaya permainannya yang sangat agresif, menghibur, dan penuh risiko.

Berikut adalah perjalanan sejarah Paper Rex:

1. Awal Berdiri (2020)

Paper Rex didirikan pada Januari 2020 oleh Harley "dsn" Örvall (legenda CS:GO dari tim Fnatic) dan Nikhil "NikH" Hathiramani.

  • Divisi Awal: Awalnya, PRX berfokus pada game Counter-Strike: Global Offensive (CS:GO). Namun, seiring dengan munculnya VALORANT dan pergeseran ekosistem esports di Asia Tenggara, mereka memutuskan untuk memindahkan seluruh fokus dan sumber daya mereka ke game besutan Riot Games tersebut pada awal 2021.

2. Transisi ke VALORANT dan Inti Skuad (2021)

PRX membangun skuad mereka dengan mengandalkan talenta-talenta terbaik dari Asia Tenggara, terutama Singapura dan Indonesia.

  • Duo Maut Indonesia: Mereka merekrut dua talenta jenius asal Indonesia, Jason "f0rsakeN" Susanto dan Benedict "Benkai" Tan (Singapura), yang diikuti oleh bergabungnya Khalish "d4v41" Rusyaidee (Malaysia) serta Aaron "mindfreak" Leonhart (Indonesia).

  • Masuknya Jinggg: Di akhir 2021, mereka merekrut Wang "Jinggg" Jing Jie, yang kemudian melengkapi susunan pemain paling ikonik dalam sejarah tim ini.

3. Meroket di Panggung Dunia (2022)

Tahun 2022 adalah tahun di mana dunia mulai menyadari kekuatan Paper Rex.

  • Gaya Permainan "W Gaming": PRX memperkenalkan gaya bermain yang sangat agresif yang dijuluki fans sebagai "W Gaming" (selalu menekan tombol maju). Mereka tidak bermain dengan taktik lambat seperti tim Eropa atau Amerika, melainkan dengan kecepatan dan akurasi tembakan (aim) yang luar biasa.

  • Runner-Up VCT Masters Copenhagen: Mereka mencetak sejarah sebagai tim Asia pertama yang berhasil mencapai babak Grand Final turnamen internasional Masters di Copenhagen. Meskipun kalah dari FunPlus Phoenix, posisi ke-2 ini membuktikan bahwa tim Asia Tenggara bisa bersaing di level tertinggi.

4. Dominasi Liga Pasifik dan Kedatangan "Something" (2023)

Saat Riot Games meluncurkan sistem liga kemitraan (franchise), PRX terpilih sebagai salah satu tim di VCT Pacific League.

  • Ilya "something" Petrov: PRX membuat langkah berani dengan merekrut pemain asal Rusia, something, yang memiliki rekor kill luar biasa di liga Jepang.

  • Juara VCT Pacific: Bersama something, PRX menjuarai musim pertama VCT Pasifik 2023 setelah mengalahkan tim kuat Korea Selatan, DRX, dalam comeback yang luar biasa.

  • Finalis Valorant Champions 2023: Puncak prestasi mereka terjadi di Los Angeles, di mana mereka berhasil mencapai Grand Final kejuaraan dunia Valorant Champions. Meskipun harus puas di posisi ke-2 setelah kalah dari Evil Geniuses, mereka diakui sebagai tim paling menghibur di dunia.

5. Era Baru dan Konsistensi (2024)

Memasuki tahun 2024, PRX terus melakukan adaptasi. Meskipun sempat kehilangan Jinggg untuk sementara (karena masalah wajib militer yang kemudian terselesaikan), mereka tetap menjadi kekuatan utama di Pasifik.

  • Monyet: PRX merekrut talenta muda asal Indonesia lainnya, Cahya "Monyet" Nugraha, untuk memperkuat skuad sebelum akhirnya Jinggg kembali ke starting lineup.


Mengapa Paper Rex Begitu Dicintai?

  1. Hiburan: Mereka sering menggunakan agen-agen yang jarang dipakai tim lain (seperti Yoru oleh f0rsakeN) dan melakukan gerakan-gerakan yang tidak terduga.

  2. Koneksi Indonesia-Singapura: Bagi fans di Indonesia, PRX terasa seperti "tim nasional kedua" karena kehadiran f0rsakeN dan mindfreak yang menjadi pilar utama tim.

  3. Persahabatan: Kedekatan antar pemain PRX di luar pertandingan sering kali terlihat dalam konten-konten mereka, menciptakan citra tim yang solid dan menyenangkan.

Prestasi Utama:

  • Juara VCT Pacific League (2023)

  • Runner-up VCT Masters Copenhagen (2022)

  • Runner-up Valorant Champions (2023)

  • Juara VCT Pacific Stage 1 (2024)

Paper Rex telah membuktikan bahwa dengan kreativitas dan keberanian untuk tampil beda, sebuah tim dari wilayah kecil bisa mengguncang dominasi global dalam dunia esports.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © catatan harian - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -