Rabu, 06 Mei 2026

 Sejarah pemahaman gravitasi bumi berevolusi dari filsafat alam kuno hingga menjadi pilar fisika modern yang kompleks. Pada masa Yunani Kuno, Aristoteles beranggapan bahwa benda jatuh karena mereka bergerak menuju "tempat alaminya" di pusat alam semesta, namun gagasan ini dipatahkan oleh Galileo Galilei pada abad ke-17 yang melalui eksperimennya membuktikan bahwa semua benda jatuh dengan percepatan yang sama tanpa peduli massa mereka.

Titik balik terbesar terjadi pada tahun 1687 ketika Sir Isaac Newton merumuskan Hukum Gravitasi Universal, yang menyatakan bahwa gravitasi adalah gaya tarik-menarik antara dua massa yang besarnya berbanding terbalik dengan kuadrat jarak keduanya.

Shutterstock

Konsep ini bertahan selama ratusan tahun hingga Albert Einstein merevolusinya pada tahun 1915 melalui Teori Relativitas Umum. Einstein menjelaskan bahwa gravitasi bukanlah gaya "tarikan" instan, melainkan kelengkungan ruang-waktu yang disebabkan oleh keberadaan massa dan energi, seperti bola berat yang diletakkan di atas lembaran karet yang elastis. Hingga saat ini, para ilmuwan masih terus meneliti gravitasi pada skala kuantum untuk menyatukan hukum alam semesta yang sangat besar dengan dunia atom yang sangat kecil.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © catatan harian - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -