Rabu, 06 Mei 2026

 Sejarah wilayah Kopo di Bandung berkaitan erat dengan perkembangan jalur transportasi dan perluasan wilayah perkotaan dari pusat kota menuju arah selatan. Nama "Kopo" sendiri diyakini berasal dari nama sebuah pohon buah lokal, yaitu pohon Kopo (Syzygium polycephalum), yang dahulu banyak tumbuh subur di kawasan tersebut sebelum berubah menjadi pemukiman padat. Sejak masa kolonial Hindia Belanda, jalur Kopo telah berfungsi sebagai urat nadi penghubung strategis antara wilayah Bandung dengan daerah penghasil komoditas perkebunan di Bandung Selatan seperti Soreang dan Ciwidey. Memasuki era modern, kawasan ini mengalami transformasi pesat dari lahan agraris menjadi pusat komersial, pergudangan, dan pemukiman yang sangat padat, terutama setelah dibukanya akses gerbang Tol Purbaleunyi di Kopo yang semakin mengukuhkan posisinya sebagai salah satu gerbang utama perekonomian di wilayah Bandung Raya.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © catatan harian - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -