Sejarah Mobile Legends: Bang Bang (MLBB) adalah kisah tentang bagaimana sebuah game mobile berhasil mendominasi pasar Asia Tenggara dan menjadi salah satu pelopor utama dalam industri eSports seluler di dunia.
Berikut adalah perjalanan sejarah Mobile Legends:
1. Peluncuran dan Awal Mula (2016)
Mobile Legends dikembangkan oleh Moonton, sebuah perusahaan pengembang game asal Tiongkok yang didirikan oleh Justin Yuan.
Rilis: Pertama kali diluncurkan untuk perangkat Android pada 14 Juli 2016, dan menyusul di iOS pada November 2016.
Konsep: MLBB dirancang untuk membawa pengalaman genre MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) yang biasanya dimainkan di PC (seperti League of Legends atau DOTA 2) ke dalam perangkat seluler dengan kontrol yang lebih sederhana dan durasi permainan yang lebih singkat (sekitar 10–15 menit).
2. Tantangan Hukum (2017–2018)
Di awal perjalanannya, Moonton menghadapi tantangan besar. Riot Games (pengembang League of Legends) mengajukan gugatan hukum terhadap Moonton, menuduh adanya pelanggaran hak cipta pada desain karakter dan peta.
Akibat gugatan ini, judul asli Mobile Legends: 5v5 MOBA ditarik sebentar dari toko aplikasi, lalu dirilis ulang dengan nama Mobile Legends: Bang Bang setelah melakukan berbagai perombakan visual pada karakter dan antarmuka.
3. Ekspansi dan Dominasi di Asia Tenggara
Berbeda dengan pasar Barat yang lebih menyukai game PC/Konsol, MLBB justru meledak di Asia Tenggara (Indonesia, Filipina, Malaysia). Hal ini dikarenakan:
Aksesibilitas: Game ini dapat dijalankan di ponsel dengan spesifikasi menengah ke bawah.
Komunitas: Moonton sangat fokus membangun komunitas lokal, terutama di Indonesia yang menjadi basis pemain terbesar di dunia.
4. Kelahiran Ekosistem eSports (2017–2019)
MLBB menjadi salah satu pendorong utama eSports seluler menjadi cabang olahraga yang diakui secara profesional:
MPL (2017): Moonton meluncurkan Mobile Legends Professional League (MPL) di Indonesia sebagai liga profesional pertama.
SEA Games 2019: MLBB mencetak sejarah dengan menjadi salah satu cabang olahraga medali resmi untuk pertama kalinya dalam ajang SEA Games di Filipina.
M-Series: Turnamen kejuaraan dunia pertama, M1 World Championship, diadakan di Kuala Lumpur pada 2019, yang dimenangkan oleh tim asal Indonesia, EVOS Legends.
5. Project NEXT dan Modernisasi (2020–Sekarang)
Untuk tetap relevan dan kompetitif, Moonton meluncurkan inisiatif "Project NEXT" pada tahun 2020. Ini adalah kampanye jangka panjang untuk:
Merombak hero-hero lama agar tetap bisa bersaing.
Meningkatkan kualitas grafis dan efek visual secara signifikan.
Memperbaiki sistem matchmaking dan mekanik permainan.
6. Dampak Budaya
Kini, Mobile Legends bukan sekadar permainan, melainkan fenomena sosial. Istilah-istilah dalam game seperti "Mabar", "Savage", atau "Mukil" telah menjadi bagian dari bahasa sehari-hari anak muda, terutama di Indonesia. Dengan hadirnya turnamen tingkat dunia seperti M-Series dan MSC (Mid Season Cup), MLBB tetap kokoh sebagai salah satu game MOBA seluler paling populer di planet ini.