Sejarah Alter Ego Esports adalah kisah tentang tim "underdog" yang berhasil tumbuh menjadi salah satu organisasi esports paling disegani di Indonesia. Berbeda dengan tim besar lain yang seringkali didukung oleh modal raksasa sejak awal, Alter Ego dikenal karena semangat kekeluargaan dan identitasnya yang unik.
Berikut adalah garis waktu perjalanan Alter Ego:
1. Awal Berdiri (2018)
Alter Ego didirikan pada 11 Januari 2018 oleh Delwyn Sukamto.
Visi Pendiri: Delwyn ingin membangun sebuah organisasi yang tidak hanya fokus pada kemenangan, tetapi juga pada kesejahteraan dan karakter para pemainnya.
Divisi Awal: Mereka memulai dengan berbagai divisi seperti League of Legends, Hearthstone, dan Mobile Legends.
2. Penantian Panjang di Mobile Legends (2019)
Divisi Mobile Legends Alter Ego awalnya harus berjuang dari bawah.
Era Kualifikasi: Mereka memulai perjalanan di MPL Indonesia melalui jalur kualifikasi. Meskipun sempat dianggap sebagai tim pelengkap, mereka perlahan mulai menunjukkan taringnya sebagai tim yang mampu menjegal tim-tim raksasa (sering dijuluki sebagai Giant Slayer).
3. Kedatangan Udil dan Masa Keemasan (2020)
Titik balik terbesar Alter Ego terjadi pada tahun 2020 saat mereka melakukan transfer fenomenal dengan mendatangkan Udil dari ONIC Esports.
The Dream Team: Bersama Udil, skuad yang diisi oleh Celiboy (The Miracle Boy), Ahmad, LeoMurphy, dan Pai menjadi sangat mengerikan.
MPL ID Season 6: Mereka berhasil mencapai babak Grand Final dan memberikan perlawanan paling sengit dalam sejarah MPL melawan RRQ Hoshi. Meskipun kalah tipis 3-2, pertandingan tersebut dianggap sebagai salah satu yang terbaik sepanjang masa.
Juara MPLI (2020): Tak lama setelah kekalahan di final MPL, mereka bangkit dan menjuarai MPL Invitational 2020 tanpa kekalahan sekalipun, mengalahkan tim-tim terbaik dari seluruh Asia Tenggara.
4. Konsistensi dan Identitas "Solid"
Alter Ego dikenal memiliki basis penggemar yang sangat loyal bernama Alter Champ.
Kekeluargaan: Salah satu ciri khas Alter Ego adalah jarangnya mereka melakukan perombakan besar-besaran pada pemainnya. Mereka cenderung mempertahankan pemain dalam waktu yang lama, yang menciptakan ikatan batin yang kuat antar pemain dan manajemen.
LeoMurphy & Efek Psikologis: Tim ini juga dikenal dengan gaya permainan yang agresif dan sering melakukan taunting (seperti gaya recall-recall LeoMurphy), yang menjadi bumbu menarik dalam setiap pertandingan mereka.
5. Ekspansi ke Divisi Lain
Selain Mobile Legends, Alter Ego sukses di cabang lain:
Valorant: Mereka memiliki salah satu tim Valorant terkuat di Indonesia yang sering mewakili negara di ajang internasional tingkat Asia Pasifik.
PUBG Mobile: Tim mereka juga cukup konsisten bersaing di papan atas turnamen nasional.
6. Kolaborasi dan Masa Depan
Menghadapi tahun 2024 dan seterusnya, Alter Ego terus beradaptasi dengan tren esports global. Mereka mulai lebih terbuka terhadap kolaborasi dan mulai melakukan regenerasi pemain untuk tetap bisa bersaing dengan tim-tim baru yang lebih mekanik.
Prestasi Utama:
| Turnamen | Pencapaian | Tahun |
| MPL Invitational (MPLI) | Juara 1 | 2020 |
| MPL Indonesia Season 6 | Runner-Up | 2020 |
| M2 World Championship | Peringkat 4 | 2021 |
| VALORANT Challengers ID | Juara | 2023 |
Fakta Menarik:
Celiboy: Dijuluki "The Miracle Boy" karena ia memulai karier profesionalnya di usia yang sangat muda (16 tahun) dan langsung menjadi salah satu jungler paling mematikan di Indonesia.
Logo: Logo Alter Ego yang berbentuk topeng melambangkan sisi lain dari seseorang (Alter Ego) yang keluar saat mereka sedang berkompetisi di arena.
Alter Ego membuktikan bahwa dengan chemistry yang kuat dan manajemen yang suportif, tim yang berangkat dari status bukan unggulan bisa menjadi kekuatan yang menakutkan di kancah esports.